Solusi Gairah Seksual Loyo Setelah Punya Anak

Gairah seksual pasutri bisa loyo jika tidak terus dipupuk dengan baik, terutama setelah memiliki anak. Biasanya pasangan suami istri libur melakukan hubungan intim setelah melahirkan karena jadwal tidur bayi yang tak menentu dan rasa sakit usai melahirkan. Kekhawatiran suami akan kondisi sang istri juga turut mempengaruhi hal tersebut.

Selanjutnya ada tanggung jawab baru dalam rumah tangga dan kewalahan dalam mengurus anak. Belum lagi ditambah pekerjaan kantor dan keuangan keluarga yang semakin membengkak. Semuanya bisa menjadi alasan lain untuk cuti seks kembali. Tidur menjadi pilihan terbaik ketimbang seks.

Dengan peristiwa-peristiwa diatas, tanpa disadari libido atau gairah seksual akan perlahan menghilang. Dan tak akan ada lagi ketertarikan satu sama lain. Hal ini bisa membahayakan kelangsungan rumah tangga jika tidak segera diatasi.

Namun menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh Georgia State University, ada satu solusi agar setiap pasutri tidak menjadi loyo gairah seksualnya meski sudah memiliki anak. Solusi gairah seksual loyo setelah punya anak yaitu dengan berbagi tanggung jawab.

Pada penelitian tersebut mencatat pasutri yang berbagi 40 hingga 60 persen tanggung jawab pengasuhan anak memiliki hubungan yang lebih bahagia dan kehidupan seks yang lebih baik.

BACA : Ungkap Kondisi Kesehatan Melalui Warna Haid

Penelitian ini juga menyimpulkan bahwa pasangan yang berbagi tanggung jawab cenderung tidak berkelahi dan memiliki hubungan dan kehidupan seksual yang ‘lebih berkualitas’ daripada mereka yang tidak.

Fakta ini didapat dari data yang dikumpulkan dari 487 pasangan heteroseksual (yang memiliki anak) dan mengelompokkan mereka menjadi tiga kategori – hubungan di mana perempuan mengambil alih sebagian besar tanggung jawab pengasuhan anak (setidaknya 60 persen), hubungan di mana laki-laki mengambil sebagian besar tanggung jawab dan tanggung jawab di mana para mitra membagi tanggung jawab hampir sama.

BACA LAINNYA:   Lemak Perut Hilang dan Meningkatnya Imunitas Dengan Jahe

Para peneliti juga mempelajari parameter lain yang menentukan hubungan pasangan, yakni konflik, frekuensi seksual, dan kualitas kehidupan seks.

Hasilnya, mereka yang berbagi tanggung jawab memiliki kehidupan seks yang lebih baik dan memuaskan.

Menurut para ahli, berbagi tanggung jawab membuat kedua orangtua merasa ‘setara’ dan tidak ada yang berakhir terlalu banyak bekerja. Selain itu, banyak pasangan ingin secara jelas mendemostrasikan tanggung jawab dan lebih memilih untuk memiliki rutinitas yang terencana dan dapat diprediksi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *